Al fawaid materi 2

 on Jumat, 26 Agustus 2016  

Materi ke-2
22 Muharram 1437H (04 November 2015)
Fawaid kitab i'laamul muwaqqi'in
■ Di hal.9 Ibnu Qayyim mengatakan bahwa menyampaikan dari Nabi saw ada dua macam:
1  Menyampaikan lafadz hadits.
2  Menyampaikan makna-makna hadits.
⚠ Oleh karena itu, para ulama umat islam pun ada dua macam:
~Ulama hadits --> Yaitu yang menjaga lafadz hadits.
~fuqoha islam --> Yaitu yang menjaga makna hadits.
■ Di hal. 11 beliau berkata:
Tegaknya islam itu dengan dua golongan, yaitu Ulama dan Umara. Kebaikan dan kerusakan manusia mengikuti dua golongan tsb. Tugas para ulama adalah menjelaskan ilmu. Tugas umara adalah menjalankan dan memberi sanksi.
Dalam menyampaikan ilmu dari Allah, maka dibutuhkan ilmu dan kejujuran. Jadi, tugas sebagai penyampai ilmu apalagi fatwa, hanya layak bagi yang memiliki ilmu dan sifat kejujuran, disertai dengan akhlak yang baik, sikap yang adil dalam ucapan dan perbuatan, juga antara hati dan perbuatan harus sinkron.
■ Di hal 13 beliau berkata:
Para shahabat yang berfatwa ada sekitar 130 org lebih.
Yang paling banyak berfatwa adalah ..
✒ Umar,
✒ Ali bin Abi Thalib,
✒ Abdullah bin Mas'ud,
✒ Aisyah ummul mukminin,
✒ Zaid bin Tsabit dan
✒ Abdullah bin Umar.
■ Di hal 32 ibnu Qayyim menyebutkan:
Fatwa-fatwa imam ahmad dibangun di atas lima pokok:
1. Nash.
Bila telah ada nash, beliau tidak berpaling kepada pendapat siapapun.
2. Fatwa sahabat yang tidak diselisihi shahabat lain.
Merupakan bentuk sikap kehati-hatian imam Ahmad dalam perkara yg beliau tidak mengetahui adanya penyelisihan, Beliau tidak berkata, "telah terjadi ijma'". Aksn tetapi bealiau berkata, "aku tidak mengetahui ada yg menyelisihinya".
3. Apabila para sahabat berselisih, beliau mengambil yang beliau pandang sesuai dgn al quran dan hadits. Bila belum tampak kpd beliau mana yg paling kuat, biasanya beliau hanya menghikayatkan pendapat mereka semua tanpa memastikan mana yg kuat.
4. Hadits yang mursal dan lemah.
Namun yang dimaksud hadits lemah disini adalah hadits yg hasan (lighairihi) bukan hadits yg batil atau munkar.
Karena di zaman Imam Ahmad, hadits hanya di bagi kepada shahih dan dlaif saja. Dan asan lighairihi asalnya lemah namun karena ada jalan lain yg menguatkan, maka ia menjadi hasan.
5. Qiyas.
Beliau ambil qiyas bila empat di atas tidak ditemukan.
—————————————————————————————
Join di channel dan akun lainnya asuhan ustadz Badru Salam, Lc.:
Al-Fawaid: telegram.me/alfawaid_cs
SafdahTV: telegram.me/safdahtv
Twitter:
Ub_cintasunnah
Safdah_cs
Youtube:
https://www.youtube.com/user/safaridakwah2014
Facebook:
Cinta sunnah
Badru salam (cinta sunnah)
Safdah TV (soon)
Silahkan dishare agar memberikan banyak membawa manfaat bagi kita semua
Al fawaid materi 2 4.5 5 Abdullah Al Pinrany Jumat, 26 Agustus 2016 Materi ke-2 22 Muharram 1437H (04 November 2015) Fawaid kitab i'laamul muwaqqi'in ■ Di hal.9 Ibnu Qayyim mengatakan bahwa men...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © test. All Rights Reserved.   New Thesis SEO V2 Theme by CB Design